<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Latest Posts</title>
        <link>https://sastra.mediamu.com/rss/latest-posts</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Latest Posts</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                                                            <item>
                    <title>GEGURITAN BEDHUG</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/geguritan-bedhug</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/geguritan-bedhug</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p></p><p><strong>Tangia</strong></p><p><strong>Bedhug wus ngundang sliramu subuh mau</strong></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/04/122660b9cc4579e7.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1349122" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 25 Mar 2024 02:07:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eswesidi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bedhug,
                                                                                                                                                                geguritan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Yen Panguwasa</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/geguritan-yen-panguwasa-11923</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/geguritan-yen-panguwasa-11923</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong></strong></p><p>Yen panguwasa rumangsa kuwasa</p><p>Aja diarep-arep</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/03/1165ffc2e195784.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="141439" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 24 Mar 2024 06:19:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eswesidi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        geguritan,
                                                                                                                                                                panguwasa                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Puisi Untuk Si Bung</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/puisi-eswe-sidi</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/puisi-eswe-sidi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Puisi untuk si BungOleh : eSWe sidi ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Puisi untuk si Bung</strong><br /><strong>Oleh : eSWe sidi</strong></p><p>Bung, kabarnya kamu habis bertanding</p><p>kabarnya, kamu tampil sebagai pemenang (?)</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/03/1165f7ae79e15df.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="145703" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 18 Mar 2024 03:03:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eswesidi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sepatu Kulit</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/sepatu-kulit</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/sepatu-kulit</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Cahaya lampu menebar menerangi kamar. Malam ini aku masih sibuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai larut malam. Aku anak STM jurusan Teknik. Dilahirkan di tengah keluarga sederhana. Ayahku seorang tukang kayu dan ibu adalah ibu rumahtangga. Ibu selalu setia mendampinggi ayah.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Cahaya lampu menebar menerangi kamar. Malam ini aku masih sibuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah sampai larut malam. Aku anak STM jurusan Teknik. Dilahirkan di tengah keluarga sederhana. Ayahku seorang tukang kayu dan ibu adalah ibu rumahtangga. Ibu selalu setia mendampinggi ayah.</p>
<p>Kondisi perekonomian keluarga yang sulit membuat aku harus ikut bekerja membantu ayah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai seorang pemuda usia belasan tahun aku tak memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang, bermain-main, seperti pemuda-pemuda lain di kampung. Menjelang sore banyak teman sebaya menghabiskan waktu nongkrong di pinggir jalan, asyik ngobrol menghabiskan waktu di angkringan, menikmati secangkir kopi, bersendau gurau dengan pemuda yang lain.</p>
<p>Sepulang sekolah, saat mentari mulai menggelincirkan tubuh ke barat. Aku masih membantu pekerjaan ayahku. Sampailah menjelang adzan Maghrib berkumandang. Ayahku mendidik disiplin menunaikan shalat berjama’ah di masjid. Kami sekeluarga bergegas mempersiapkan diri. Selepas shalat Maghrib, anak-anak kampung menghampiriku. Seperti hari-hari biasanya mereka ingin belajar iqra’ bersamaku.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e948a306.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="55017" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 14 Nov 2021 09:39:50 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        cerpen,
                                                                                                                                                                sastra,
                                                                                                                                                                suratiningsih                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Senyum Bunda</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/senyum-bunda</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/senyum-bunda</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Kabut turun dari lereng bukit menyapa dengan hembusan angin. Dingin menggelayut. Tubuh anak kecil terbalut selimut lembut. Bunda terjaga di sepertiga malam yang begitu sunyi nan tenang. Suara binatang malam memecah keheningan.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Kabut turun dari lereng bukit menyapa dengan hembusan angin. Dingin menggelayut. Tubuh anak kecil terbalut selimut lembut. Bunda terjaga di sepertiga malam yang begitu sunyi nan tenang. Suara binatang malam memecah keheningan.</p>
<p>Bunda menembus udara dingin untuk mengambil air wudhu. Baginya sepertiga malam adalah kehendak hati yang terbiasa dilakukan. Tak mudah meninggalkan. Sepertiga malam laksana insan sedang jatuh cinta. Tak kuasa menahan rasa untuk selalu bersua.  Mengharap kasih sayang-Nya yang tak terhingga membuat bahagia mengarungi bahtera kehidupan nyata.</p>
<p>Dengan suara lembut Bunda membangunkan Ayah. Dielus tubuh Ayah. Tetapi tubuh itu masih enggan bangkit dari tidur. Kedua mata tetap tertutup rapat. Beberapa kali Bunda berusaha membangunkan.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e8fade8e.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="228926" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 24 Oct 2021 02:26:46 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        cerpen,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                suratiningsih                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buku Kenangan</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/buku-kenangan</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/buku-kenangan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh Arsy Amaliyah*                             
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh Arsy Amaliyah*                             </strong></p>
<p>Dus-dus besar bertumpuk. Debu-debu kecil beterbangan. Sesekali Dina bersin, lalu mengucek hidungnya.</p>
<p>&#8220;Pakai masker aja, Dek,&#8221; seru Mas Idam.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e92cf748.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="12443" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 01 Aug 2021 08:45:43 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        arsy amaliyah,
                                                                                                                                                                kenangan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Si Pemurung dan Ahli Makrifat</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/si-pemurung-dan-ahli-makrifat</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/si-pemurung-dan-ahli-makrifat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Langit cerah menggantung di atas bumi yang kembali tenang setelah sekian lama terpasung dalam kesibukan manusia. Kicau burung gereja terdengar lebih jernih. Pagi itu jari-jemari Pak Kyai Tauhid masih sibuk memutar tasbihnya. Pagi dan sore ia rutin mewiridkan kalimat thayyibah dan asmaul husna. Di atas kursi goyang di beranda rumahnya ia memandang jalanan yang lengang tak seperti biasanya. Tampaknya ia menikmati betul masa panjang isolasi ini. Tiba-tiba datang anak muda yang biasa dipanggil Habib, dikenal pemurung dan hobi merenung itu singgah ke rumah Pak Kyai. Sudah lama ia tak terlibat dialog dengan pemuka agama di desanya itu. Desa Panjunan, dikenal sebagai kampung santri, terletak di Selatan pinggiran Kota Metropolitan.



* * *



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Langit cerah menggantung di atas bumi yang kembali tenang setelah sekian lama terpasung dalam kesibukan manusia. Kicau burung gereja terdengar lebih jernih. Pagi itu jari-jemari Pak Kyai Tauhid masih sibuk memutar tasbihnya. Pagi dan sore ia rutin mewiridkan <em>kalimat thayyibah</em> dan <em>asmaul husna</em>. Di atas kursi goyang di beranda rumahnya ia memandang jalanan yang lengang tak seperti biasanya. Tampaknya ia menikmati betul masa panjang isolasi ini. Tiba-tiba datang anak muda yang biasa dipanggil Habib, dikenal pemurung dan hobi merenung itu singgah ke rumah Pak Kyai. Sudah lama ia tak terlibat dialog dengan pemuka agama di desanya itu. Desa Panjunan, dikenal sebagai kampung santri, terletak di Selatan pinggiran Kota Metropolitan.</p>



<p class="has-text-align-center">* * *</p>



<p>“Aku tak punya televisi apalagi telepon seluler. Aku hanya mendengar dari jamaahku tentang wabah yang sudah merenggut ratusan ribu jiwa meninggal dunia dan jutaan orang terinfeksi positif. Seusiaku yang sudah lebih dari enam puluh tiga tahun ini, seharusnya bisa aku syukuri lebih banyak lagi dengan beribadah kepada <em>gusti</em> Allah,” kata Pak Kyai yang usianya terpaut empat puluhan tahun dengan anak muda itu.</p>



<p>“Bukankah selama ini Pak Kyai sudah rajin ke Masjid? Aku khawatir kalau akan terjadi apa-apa dengan Pak Kyai dan warga di sini. Agama Hindu, Budha, Kristen, Khonghucu juga merelakan momen-momen penting keagamaan mereka untuk tidak meramaikan tempat-tempat ibadah. Kenapa kau tak hiraukan himbauan majelis ulama dan beberapa ormas Islam untuk tidak pergi ke tempat ibadah?” tanya anak muda itu dengan polosnya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e8c9058f.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="54999" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 17 May 2020 13:03:45 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                makrifat,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemurung,
                                                                                                                                                                robby h abror                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Geguritan Pisungsung Kagem K.H. Ahmad Dahlan</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/geguritan-pisungsung-kagem-kh-ahmad-dahlan</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/geguritan-pisungsung-kagem-kh-ahmad-dahlan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pisungsung Kagem K.H. Ahmad Dahlan ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Pisungsung Kagem K.H. Ahmad Dahlan</strong></p><p>Bismillah,<br /><br />Keparenga kula, tiyang fakir ing ilmu agama<br /><br />Umat Paduka, caos pisungsung tan mingsra<br /><br />Kyai,<br /><br />Umat Paduka langkung saabad lawasnya<br /><br />Anyekseni prasasthi emas warisan Jengandika<br /><br />Masjid, langgar, musolanya<br /><br />Madrasah, pesantren, luhur pawiyatan<br /><br />Miwah suburing pengajian<br /><br />Cihna bilih paduka panci waskitha<br /><br />&nbsp;<img src="https://mediamu.com/media/images/2024/03/1165f6554a06ad6.jpeg?location=1&amp;quality=80&amp;fit=1" width="431" height="431" /></p><p>Ajuning jaman dados paseksen</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/03/12265f75e69c1d55.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="45315" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 17 Mar 2024 02:41:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eswesidi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        gaguritan,
                                                                                                                                                                sastra                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Yakin</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/yakin</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/yakin</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Perkenalkan, namaku Annisa. Aku seorang wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dan memiliki tiga anak. Sejak kelahiran anak ketiga yang usianya sangat berdekatan dengan anak kedua, aku meminta kepada suami untuk mempekerjaan asisten rumah tangga. Namanya Bi Minah, wanita berusia hampir 50 tahun, dengan hati lembut juga amat santun saat bertutur kata. Kami memilihnya karena melihat kondisi perekonomian Bi Minah yang mungkin sedang kekurangan, dan juga Bi Minah merupakan single parents dari anak satu-satunya, Rahman.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Perkenalkan, namaku Annisa. Aku seorang wanita yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dan memiliki tiga anak. Sejak kelahiran anak ketiga yang usianya sangat berdekatan dengan anak kedua, aku meminta kepada suami untuk mempekerjaan asisten rumah tangga. Namanya Bi Minah, wanita berusia hampir 50 tahun, dengan hati lembut juga amat santun saat bertutur kata. Kami memilihnya karena melihat kondisi perekonomian Bi Minah yang mungkin sedang kekurangan, dan juga Bi Minah merupakan single parents dari anak satu-satunya, Rahman.</p>
<p>Tak semua hal kuminta kepada Bi Minah untuk dikerjakan, hanya untuk bersih-bersih dan memasak. Sementara anak-anak masih aku yang mengurus. Namun Bi Minah seringkali membantu mengurus keriwehan anak-anak yang notabene tak bisa diam bahkan ketika mereka makan. Bi Minah benar-benar sangat baik, dan amat kusyukuri kehadirannya.</p>
<p>Kini, sudah dua tahun Bi Minah menjadi asisten rumah tangga. Bi Minah kami anggap seperti keluarga sendiri. Tapi tidak dengan anaknya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e9131b7e.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="10291" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 17 Aug 2021 09:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        anak baik,
                                                                                                                                                                arsy amaliyah,
                                                                                                                                                                cerpen,
                                                                                                                                                                doa orangtua,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                sastra,
                                                                                                                                                                yakin                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah di Perempatan Dekat Rumah</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/kisah-di-perempatan-dekat-rumah</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/kisah-di-perempatan-dekat-rumah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Sudah beberapa hari ini, Mas Darto tiap sore menatap kehidupan sempit di perempatan besar dekat rumah. Ia duduk di pangkalan ojek bersama dua atau tiga pengemudi ojek yang kebetulan ada disitu.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Sudah beberapa hari ini, Mas Darto tiap sore menatap kehidupan sempit di perempatan besar dekat rumah. Ia duduk di pangkalan ojek bersama dua atau tiga pengemudi ojek yang kebetulan ada disitu.</p>



<p>“Nunut ya, Mas,” kata Mas Darto pada hari pertama di situ.</p>



<p>Pengemudi ojek tidak keberataan. Selain sebagian adalah tetangga, juga kehadiran laki-laki setengah baya itu tidak mengganggu kehidupan mereka. Mungkin tanggapan ini akan berbeda jika yang minta ijin adalah sesama ojek dari komunitas lain.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e8e20fc8.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="13509" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 05 Jan 2021 07:30:44 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dekat,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                kisah,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                perempatan,
                                                                                                                                                                rumah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mukena Ibu</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/mukena-ibu</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/mukena-ibu</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Shalat Idul Fitri tahun ini istimewa. Tak ada kesibukan panitia hari besar di lapangan. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami harus beribadah di rumah saja. Kami taati imbauan MUI dan juga ormas-ormas Islam. Imbauan itu tegas: shalat idul Fitri di rumah saja.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Shalat Idul Fitri tahun ini istimewa. Tak ada kesibukan panitia hari besar di lapangan. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami harus beribadah di rumah saja. Kami taati imbauan MUI dan juga ormas-ormas Islam. Imbauan itu tegas: shalat idul Fitri di rumah saja.</p>



<p>Tuntunan ibadah shalat Id di rumah tersebar dalam&nbsp; bentuk tulisan, info grafis dan juga video pendek yang berisi tutorial pelaksanaan. Contoh-contoh teks khutbah Id banyak dibagikan di grup-grup media sosial. Ribuan Imam dan Khotib mendadak terlahir karena wabah Covid-19.</p>



<p>Begitu juga Ayahku. Mau tak mau ia harus menambah hafalan surat-surat pendek dan menambah ilmu agama, terutama ibadah praktis. Ayah orang abangan, bukan dari keluarga santri. Ibu yang membuatnya harus belajar dan siap menjadi Imam di rumah. Alhamdulillah. Ayah bisa melaksanakan tugasnya menjadi Imam shalat. Ramadan di masa pageblug ini menjadi sekolah yang efektif untuknya meningkatkan ilmu agama, menjadi imam tarawih di rumah.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e8b0b9ce.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="29582" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 31 May 2020 22:49:10 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                ibu,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                mukena,
                                                                                                                                                                sucipto jumantara                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lebaran di Rumah</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/lebaran-di-rumah</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/lebaran-di-rumah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ IDUL Fitri yang seharusnya dijadikan momen berkumpul bersama keluarga serta melepas penat setelah setahun mengumpulkan pundi-pundi penghasilan terkubur sementara. Pasalnya, pemerintah mengimbau masyarakat agar tak pulang kampung saat Idul Fitri guna memutus mata rantai penularan virus Korona atau Covid-19.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>IDUL Fitri yang seharusnya dijadikan momen berkumpul bersama keluarga serta melepas penat setelah setahun mengumpulkan pundi-pundi penghasilan terkubur sementara. Pasalnya, pemerintah mengimbau masyarakat agar tak pulang kampung saat Idul Fitri guna memutus mata rantai penularan virus Korona atau Covid-19.</p>



<p>Setiap kali lebaran, saya selalu mudik ke Jakarta. Tapi untuk tahun ini, saya dan keluarga memutuskan untuk berlebaran di rumah saja. Terlebih saat ini pandemi virus Korona masih berlangsung. Otomatis lebaran kali ini tidak bisa ke mana-mana. Dan dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan keluarga saya.</p>



<p>Kini, saya tak hanya dihadapkan pada pilihan tidak bisa mudik saat lebaran. Melainkan juga harus berjuang bertahan hidup tanpa sanak keluarga selama pandemi Covid-19.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e898ca01.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="46547" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 29 May 2020 13:42:43 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        affan safani adham,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                lebaran,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                rumah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Oh, Virus Korona</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/oh-virus-korona</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/oh-virus-korona</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ KETIKA sekolah dialihkan ke rumah dengan pembelajaran online, isteriku yang seorang guru di taman kanak-kanak juga stay at home sesuai anjuran pemerintah. Meski di rumah, isteriku harus tetap kerja, bahkan lebih keras dari sebelum ada wabah virus Korona.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>KETIKA sekolah dialihkan ke rumah dengan pembelajaran online, isteriku yang seorang guru di taman kanak-kanak juga stay at home sesuai anjuran pemerintah. Meski di rumah, isteriku harus tetap kerja, bahkan lebih keras dari sebelum ada wabah virus Korona.</p>



<p>Sudah seminggu ini isteriku berada di rumah. Otomatis hanya aku yang kerja di luar rumah. Pagi itu akupun pamit pada isteriku untuk sebuah liputan. Masih kuingat kala itu ia tersenyum dan mengepalkan tangan sambil bersorak, &#8220;Semangat, Mas!&#8221;</p>



<p>Isteriku lantas mengiringiku hingga ke pintu. Mata sipitnya kemudian menghilang ditelan tawa yang tak berjeda. Ia memang seperti itu, selalu optimis.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e86029c3.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="61704" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 08 May 2020 01:08:19 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                korona,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                virus                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Janji Suci yang Kunanti</title>
                    <link>https://sastra.mediamu.com/janji-suci-yang-kunanti</link>
                    <guid>https://sastra.mediamu.com/janji-suci-yang-kunanti</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Sejak SD dulu aku paling suka menjadi dokter kecil. Jiwa kepedulian terhadap sesama sudah terpupuk sejak saat itu. Aku sudah terbiasa pergi ke desa lain untuk melakukan aktivitas sosial. Di bangku SMP aku ikut Palang Merah Remaja sebagai ekstra kurikuler pilihanku. Semakin gemar aku ikut serta dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Hingga aku menjadi pengurus inti bahkan pernah juga terpilih sebagai ketua. Saat SMA, aku pun melanjutkan ikut aktif di PMR yang seolah sudah mendarah daging dalam diriku. Dan lebih serius lagi aku masuk kuliah pada bidang kesehatan di akademi keperawatan jurusan diploma tiga di Kota Yogyakarta. Sebenarnya cita-cita ingin jadi dokter, namun tak mungkin melihat kemampuan ekonomi orang tuaku.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Sejak SD dulu aku paling suka menjadi dokter kecil. Jiwa kepedulian terhadap sesama sudah terpupuk sejak saat itu. Aku sudah terbiasa pergi ke desa lain untuk melakukan aktivitas sosial. Di bangku SMP aku ikut Palang Merah Remaja sebagai ekstra kurikuler pilihanku. Semakin gemar aku ikut serta dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Hingga aku menjadi pengurus inti bahkan pernah juga terpilih sebagai ketua. Saat SMA, aku pun melanjutkan ikut aktif di PMR yang seolah sudah mendarah daging dalam diriku. Dan lebih serius lagi aku masuk kuliah pada bidang kesehatan di akademi keperawatan jurusan diploma tiga di Kota Yogyakarta. Sebenarnya cita-cita ingin jadi dokter, namun tak mungkin melihat kemampuan ekonomi orang tuaku.</p>



<p>Selesai kuliah aku disarankan orangtuaku ikut tes CPNS. Bapak dan Ibuku sudah lama mimpikan aku menjadi pegawai negeri.</p>



<p>“Nduk, nanti coba ikut tes CPNS ya. Ini Pak Likmu yang di Jakarta kasih kabar akan ada tes untuk daerah Jakarta. Dibutuhkan lulusan keperawatan.” Saran Bapak kepadaku.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651c0e8786d6d.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="43830" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 07 May 2020 03:27:08 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                janji,
                                                                                                                                                                kunanti,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                suci                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>